Senin, 04 Maret 2013

Man Jadda Wa Jada





Hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu..
Hanya satu pintaku
Tuk bercanda dan tertawa
Di pangkuan seorang ayah..


Ingatan itu tiba-tiba muncul ketika mata ini hendak tuk terpejam. Air mata seketika mengalir deras membasahi bantal tidurku. Lambaian tangan itu, senyuman bahagia itu, dan kecupan yang sangat aku rindukan. Saat dimana tubuh ini kembali berada dalam dekapan mereka, saat dimana tangan ini berada dalam genggaman mereka.



Liburan semester 1 ***
Ketika itu aku berjalan keluar menuju pintu penjemputan. Sorak-sorai para penjemput dan para agen taxi menjadi pemandangan pertama yang aku dapatkan ketika kakiku melangkah keluar dari pintu. Tapi bukan itu yang aku butuhkan. Bukan itu yang ingin aku saksikan. Sepasang wajah teduh yang aku harapkan. Tiba-tiba aku melihat sepasang orang separuh baya berjalan dengan cepat menerobos kerumunan penjemput lainnya, mereka melihat padaku. Bahagia amat dalam, wajah-wajah teduh itu melambaikan tangan kepadaku. “Ayah, ibu.. aku pulang” .

Segera aku mempercepat langkahku. Berat tas di pundakku dan sebuah kardus yang aku tenteng aku bawa dengan begitu riangnya. Tanpa berlama-lama aku berlari ke arah mereka. (Ah, kejadian ini selalu mengundang air mata saat aku mengingatnya T.T ). Ibuku yang sangat aku rindukan memelukku erat dan ayahku memberikan kecupan hangat di kedua pipiku sambil menggenggam tanganku selama berjalan menuju tempat parkir. Sungguh kebahagiaan yang tak terhingga dapat kembali melihat dan bertemu mereka. Sungguh, pelukan dan kecupan itu yang selalu aku mimpikan saat berada di perantauan.


***
Inilah hidup. Inilah hidupku. Jalan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku berada jauh dari keluargaku, berada seorang diri di sebuah kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tapi, inilah hidupku. Aku yakin Allah telah mempunyai rahasia yang indah di balik ini semua. Segala kemudahan dan pencapaian kecilku di sini tak luput dari doa dan dukungan kedua orang tuaku. Syukur yang tak putus-putusnya, Alhamdulillah ya Rabb. Aku dilahirkan dari kedua orang tua yang selalu menyayangiku dan memberiku semangat dalam setiap langkahku. Perhatian yang ketat namun kepercayaan yang penuh menjadi satu alasan kuat bagiku untuk all out dan berusaha melakukan yang terbaik. Tak pernah aku merasa kekurangan ataupun menderita, mereka selalu menempatkan posisi yang membuat aku merasa “mereka ada di sini, mereka selalu bersamaku”. Sehingga kesendirian yang nyata tidak begitu aku rasakan dengan semangat untuk membanggakan mereka.

Ayah, ibu.. seberapa besar perjuangan yang aku lakukan dan keberhasilan yang akan aku raih kelak jika Allah menghendaki aku tahu tidak akan pernah menyamai bahkan tidak akan mendekati besar pengorbanan yang telah kalian berikan padaku. Namun semoga Allah mengijinkan aku mempersembahkan yang terbaik kepada kalian. Aku akan membuat kalian bersyukur telah melahirkanku dan kelak aku pun akan mendengar kalian berkata kepada orang-orang “itu adalah anakku.”  Thank you and I love you so much Mom and Dad ^.^   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar