Hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu..
Hanya satu pintaku
Tuk bercanda dan tertawa
Di pangkuan seorang ayah..
Ingatan itu tiba-tiba muncul ketika
mata ini hendak tuk terpejam. Air mata seketika mengalir deras membasahi bantal
tidurku. Lambaian tangan itu, senyuman bahagia itu, dan kecupan yang sangat aku
rindukan. Saat dimana tubuh ini kembali berada dalam dekapan mereka, saat
dimana tangan ini berada dalam genggaman mereka.
Liburan semester 1 ***
Ketika itu
aku berjalan keluar menuju pintu penjemputan. Sorak-sorai para penjemput dan
para agen taxi menjadi pemandangan pertama yang aku dapatkan ketika kakiku
melangkah keluar dari pintu. Tapi bukan itu yang aku butuhkan. Bukan itu yang
ingin aku saksikan. Sepasang wajah teduh yang aku harapkan. Tiba-tiba aku
melihat sepasang orang separuh baya berjalan dengan cepat menerobos kerumunan
penjemput lainnya, mereka melihat padaku. Bahagia amat dalam, wajah-wajah teduh
itu melambaikan tangan kepadaku. “Ayah, ibu.. aku pulang” .
Segera aku
mempercepat langkahku. Berat tas di pundakku dan sebuah kardus yang aku tenteng
aku bawa dengan begitu riangnya. Tanpa berlama-lama aku berlari ke arah mereka.
(Ah, kejadian ini selalu mengundang air
mata saat aku mengingatnya T.T ). Ibuku yang sangat aku rindukan memelukku erat dan
ayahku memberikan kecupan hangat di kedua pipiku sambil menggenggam tanganku
selama berjalan menuju tempat parkir. Sungguh kebahagiaan yang tak terhingga
dapat kembali melihat dan bertemu mereka. Sungguh, pelukan dan kecupan itu yang
selalu aku mimpikan saat berada di perantauan.
***
Inilah
hidup. Inilah hidupku. Jalan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku
berada jauh dari keluargaku, berada seorang diri di sebuah kota yang belum
pernah aku kunjungi sebelumnya. Tapi, inilah hidupku. Aku yakin Allah telah
mempunyai rahasia yang indah di balik ini semua. Segala kemudahan dan
pencapaian kecilku di sini tak luput dari doa dan dukungan kedua orang tuaku.
Syukur yang tak putus-putusnya, Alhamdulillah ya Rabb. Aku dilahirkan dari
kedua orang tua yang selalu menyayangiku dan memberiku semangat dalam setiap
langkahku. Perhatian yang ketat namun kepercayaan yang penuh menjadi satu
alasan kuat bagiku untuk all out dan
berusaha melakukan yang terbaik. Tak pernah aku merasa kekurangan ataupun
menderita, mereka selalu menempatkan posisi yang membuat aku merasa “mereka ada
di sini, mereka selalu bersamaku”. Sehingga kesendirian yang nyata tidak begitu
aku rasakan dengan semangat untuk membanggakan mereka.
Ayah, ibu..
seberapa besar perjuangan yang aku lakukan dan keberhasilan yang akan aku raih
kelak jika Allah menghendaki aku tahu tidak akan pernah menyamai bahkan tidak
akan mendekati besar pengorbanan yang telah kalian berikan padaku. Namun semoga
Allah mengijinkan aku mempersembahkan yang terbaik kepada kalian. Aku akan
membuat kalian bersyukur telah melahirkanku dan kelak aku pun akan mendengar
kalian berkata kepada orang-orang “itu adalah anakku.” Thank you and I love you so much
Mom and Dad ^.^
